JAKARTA, UKM - Produksi mainan “edukatif” telah menjadi bisnis yang sangat besar di seluruh dunia.
Banyak yang mengklaim jika produknya mampu merangsang atau menambah kecerdasan si anak.
Namun tidak semua mainan edukatif itu baik, bahkan sebagian tidak mempunyai nilai edukasi sama sekali.
Lalu mainan edukatif seperti apakah yang baik untuk anak-anak ?
1. Harus sederhana
Mainan yang baik tidak harus mahal atau berteknologi tinggi. Mainan terbaik adalah yang bersifat sederhana dan bisa dimainkan dengan banyak cara.
Satu set krayon dan kertas adalah contoh dari mainan seperti ini. Anak-anak bisa menggambar apa saja di atas selembar kertas, tidak ada benar-salah.
Contoh lain adalah bermain pasir dengan wadah-wadah. Anak-anak pasti suka apalagi membangun bentuk kastil dan sebagainya. Hanya saja, bermain pasir ya mau gak mau harus ke pantai.
Contoh lainnya adalah permainan lego. Melatih anak untuk menyusun dan merangkai.
2. Harus juga sesuai dengan individu anak
Banyak orang tua menghabisakan banyak uang untuk membeli mainan edukasi yang mahal. Namun terkadang kita (orang tua) sering lupa dan lebay padahal anaknya sendiri tak tertarik untuk memainkannya.
Jadi belikanlah mainan edukatif yang sesuai dengan minat si anak, bukan yang orang tua ingin sang anak untuk memilikinya.
3. Mengasah kreativitas
Kadang-kadang kita bisa memberikan mainan edukasi yang baik bahkan tanpa membeli atau menggunakan mainan sama sekali.
Kita bisa menggunakan benda apa saja yang ada di rumah untuk menjadi mainan. Tapi, ingat ya harus aman.
Contoh, kotak korek api, gagang es krim, botol minuan kosong, semuanya bisa diubah menjadi bahan permainan yang menarik.
Dengan terbiasa menggunakan benda-benda yang ada di rumah, maka anak-anak akan terbiasa untuk berpikir bagaimana memanfaatkan benda yang ada untuk melakukan permainan yang mengasyikan.
4. Mengasah imajinasi
Imajinasi seorang anak tidak tergantung kepada mainan yang dipegangnya.
Ada anak lebih suka pistol air ketimbang mobil-mobilan. Atau ada pula yang suka bermain pasir agar selalu ingat akan pasir.
Untuk mengasah imajinasi anak tidak diperlukan mainan yang mahal. Mainan yang sangat mirip dengan aslinya kadang-kadang bisa menghalangi imajinasi si anak.
5. Orang tua adalah mainan terbaik
Bermain bersama orang tua adalah aktivitas permainan yang paling baik buat anak.
Bermain pasir-pasiran, kuda-kudaan, dan perang bantal adalah contoh dimana orang tua bisa menjadi mainan bagi anak-anak mereka.
Disini, permainan, orang tua dapat mengajarkan anak untuk berbicara, membacakan cerita, dan bermain peran bersama-sama.
Menghabiskan satu jam sehari bermain bersama anak-anak lebih baik dari pada membelikan mainan yang mahal dan membiarkan anak bermain sendiri.
|anakcerdas|
Komentar
Posting Komentar